News and Events
News
  1. ‹ First
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. Last ›
News Harian

Wall Street menguat Jumat (26/09): Dow +0,70%, S&P 500 +0,60%, Nasdaq +0,40%. Setelah rilis data inflasi AS (0.4% vs Konsensus 0.3%) mendorong kenaikan saham ditengah ancaman tarif baru Trump.

Bursa Asia melemah Jumat (26/09): Nikkei −0,87%; KOSPI −2,45%; Hang Seng −1,40%; Shanghai −0,70%. Akibat kekhawatiran tariff AS dan dolar yang menguat menekan sentimen, serta ekspektasi adanya Fed cut berkurang setelah data ekonomi AS menguat. 

IHSG 8.099,33 (+0,73%) Jumat (26/09) dengan transaksi Rp21,97T; asing net buy Rp582,67 miliar. USD/IDR JISDOR Rp16.775 dan SUN 10Y 6,43% (26/09). Arus besar di saham big caps selain perbankan menahan dampak negatif tarif AS dan rupiah yang lemah. IHSG hari ini diproyeksi cenderung melemah di kisaran 8.030–8.120.

Download
News Harian

Wall Street ditutup mixed Selasa (14/10); Dow Jones +0,44%, S&P 500 -0,16%, dan Nasdaq -0,76%. UST10Y turun 3 bps ke 4,02%. Ketegangan meningkat setelah Presiden Trump mengkritik Tiongkok karena tidak membeli kedelai AS dan mengancam pemutusan kerja sama energi. Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell memberi sinyal penghentian pengetatan neraca akibat perlambatan tenaga kerja.

Bursa Asia mayoritas melemah (14/10) setelah sanksi ekonomi Tiongkok terhadap lima anak usaha Hanwha Ocean memicu kekhawatiran geopolitik. Nikkei +0,6% ditopang penguatan yen, sedangkan Hang Seng -1,73%, Shanghai -0,62%, dan KOSPI -1,20%. Investor bersikap wait and see jelang rilis data FDI Tiongkok kuartal III yang diperkirakan turun 6% YoY.

IHSG melemah tajam -1,95% ke 8.066,52 (14/10) dengan nilai transaksi Rp27,4T dan foreign net sell Rp1,32T. USD/IDR JISDOR Rp16.577, yield SUN10Y 6,80%. Sektor Transport -3,99%, Energy -3,34%, dan Finance -2,90% menjadi penekan utama. Hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan konsolidasi menguji support 7.950–8.000, dengan peluang rebound pada saham konglomerasi dan komoditas emas.

Komoditas (14/10): Gold +0,45% US$4.182/t.oz, Brent Oil -0,14% US$62,30/bbl, CPO Malaysia -0,99% RM4.499/ton, Nickel LME +0,14% US$15.127/ton, Tin -1,24% US$35.726/ton.

Top 3 Foreign Buy
1?? ANTM Rp60,3M
2?? NCKL Rp57,0M
3?? MDKA Rp55,0M

Top 3 by Value
1?? BUMI Rp697,7M
2?? DEWA Rp724,0M
3?? GOTO Rp204,3M

Top 3 by Volume
1?? CDIA 940,7K lot
2?? BRMS 1,55M lot
3?? CUAN 652,5K lot

CORPORATE CALENDAR

Dividend
* PLIN Rp76 (Ex: 24/10)
* BOBA Rp2 (Ex: 23/10)
* CMRY Rp100 (Ex: 21/10)
* ASGR Rp30 (Ex: 17/10)
* AUTO Rp59 (Ex: 16/10)

Stock Split
* BUAH 1:2 (Ex: 27/10)

Right Issue
* PANI 119.169 : 7.864 (Ex: 28/11, Rp15,000)
* COCO 1 : 3 (Ex: 20/10, Rp100)

RUPS
* AIMS 25/11, 10:00 WIB
* BUMI 19/11, 14:00 WIB
* GIAA 18/11, 10:00 WIB
* SMMA 18/11, 10:00 WIB
* ROTI 18/11, 10:00 WIB

by Evergreen Sekuritas
Research I Disclaimer On

Files Attachment 1
News Harian

Wall Street ditutup menguat pada Senin (13/10); Dow Jones +1,29%, S&P 500 +1,56%, dan Nasdaq +2,20%. UST10Y turun 9 bps ke 4,06%. Rebound terjadi setelah Presiden Trump memberi sinyal damai dengan menunda tarif impor tambahan terhadap Tiongkok. Investor juga menanti laporan kinerja kuartal III dari JPMorgan, Goldman Sachs, dan Citigroup.

Mayoritas bursa Asia melemah (13/10) seiring kekhawatiran dampak perang dagang. Nikkei -1,42%, Hang Seng -1,52%, Shanghai -0,19%, dan KOSPI -0,72%. Data ekspor Tiongkok tumbuh 8,3% YoY (Sep) di atas konsensus 6%, sementara impor naik 7,4% YoY, menandakan ketahanan perdagangan meski tensi tarif meningkat.

IHSG turun -0,37% ke 8.227,20 (13/10) dengan nilai transaksi Rp27,4T dan foreign net buy Rp2,29T (dominan di pasar negosiasi). Yield SUN10Y 6,12%, USD/IDR JISDOR Rp16.573. Sektor Transportation +2,58%, Energy +1,51%, dan Basic Materials +1,23% memimpin penguatan; Finance -1,52% menekan indeks.

Komoditas (13/10): Emas +0,37% US$4.148,30/t.oz, Minya Brent +0,27% US$63,49/bbl, CPO Malaysia -1,02% RM4.544/ton, Nickel -0,28% US$15.172/ton, Timah -2,39% US$36.173/ton.

Top 3 Foreign Buy
1?? BRMS Rp262,3M
2?? ENRG Rp86,4M
3?? ANTM Rp76,9M

 Top 3 by Value
1?? CDIA Rp1,93T
2?? CUAN Rp1,59T
3?? BRPT Rp1,38T

Top 3 by Volume
1?? BUMI 3,79M lot
2?? WIRG 2,49M lot
3?? GZCO 0,65M lot

CORPORATE CALENDAR

Dividend
* ASII Rp98 (Ex: 15/10)
* AUTO Rp59 (Ex: 16/10)
* ASGR Rp30 (Ex: 17/10)
* CMRY Rp100 (Ex: 21/10)
* BOBA Rp2 (Ex: 23/10)

Stock Split
* BUAH 1:2 (Ex: 27/10)

Right Issue
* COCO 1:3 (Ex: 20/10, Rp100)

RUPS
* AIMS 25/11, 10:00 WIB
* BUMI 19/11, 14:00 WIB
* GIAA 18/11, 10:00 WIB
* SMMA 18/11, 10:00 WIB
* ROTI 18/11, 10:00 WIB

????by Evergreen Sekuritas
Research I Disclaimer On

Files Attachment 1
News Harian

Riset Harian 13 Oktober 2025

Wall Street melemah Jumat (10/10); Dow Jones -1,90%, S&P 500 -2,71%, Nasdaq -3,56%. UST10Y stabil di 4,05%. Tekanan muncul akibat rencana tarif baru AS terhadap impor China yang memicu risk-off dan arus dana ke aset safe haven.

Bursa Asia mayoritas turun; Nikkei -1,0%, Hang Seng -1,7%, Shanghai -0,9%, sementara KOSPI menguat +1,7% ditopang lonjakan saham semikonduktor pasca libur panjang. Ketegangan dagang AS–China jadi penyebab utama penurunan di Jepang dan Tiongkok.

IHSG naik tipis +0,08% ke 8.257,86 (10/10) dengan nilai transaksi Rp24,10T dan foreign net buy Rp728,91M. Yield SUN10Y 6,14%, USD/IDR JISDOR Rp16.585. Sektor Transportation +3,04%, Infrastructure +2,18%, dan Basic Materials +1,64% memimpin penguatan; Finance -1,26% menekan indeks.

Komoditas (10/10): Gold +0,85% US$4.000,40/t.oz, Brent Oil -3,82% US$62,73/bbl (produksi AS naik), CPO Malaysia +1,01% RM4.591/ton, Nickel -1,74% US$15.215/ton, Tin +1,82% US$37.060/ton.

Top 3 Foreign Buy
1?? CDIA Rp314M
2?? WIFI Rp313M
3?? ANTM Rp214M

Top 3 by Value
1?? WIFI Rp1,88T
2?? CDIA Rp1,45T
3?? CUAN Rp1,07T

Top 3 by Volume
1?? DADA 5,11M lot
2?? BUMI 4,76M lot
3?? GOTO 1,87M lot

CORPORATE CALENDAR

Dividend
* ASII Rp98 (Ex: 15/10)
* AUTO Rp59 (Ex: 16/10)
* CMRY Rp100 (Ex: 21/10)
* TLDN Rp130 (Ex: 15/10)
* PNGO Rp130 (Ex: 14/10)

Stock Split
* BUAH 1:2 (Ex: 27/10)

Right Issue
* COCO 1:3 (Ex: 20/10, Rp100)

RUPS
* AIMS 25/11, 10:00 WIB
* META 14/11, 14:00 WIB
* OKAS 14/11, 10:00 WIB

by Evergreen Sekuritas
Research I Disclaimer On

Files Attachment 1
News Harian

Riset Harian 08 Oktober 2025

Wall Street melemah pada Selasa (07/10): Dow −0,20%, S&P 500 −0,40%, Nasdaq −0,70%; UST10Y 4,13%. Shutdown federal hari ke-7 menahan data termasuk rilis Non-Farm Payroll yang menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan suku bunga, sementara profit taking di megacaps menjadi penyebab utama pelemahan. 

Bursa Asia variatif pada Selasa (07/10): Nikkei +0,01%; KOSPI +2,70%; Hang Seng −0,67%; Shanghai +0,52%. Pasar optimis setelah kemenangan Takaichi yang pro-stimulus dan euforia AI mengangkat Jepang–Korea, sementara dolar yang menguat meningkatkan kehati-hatian China menahan HK daratan. 

IHSG 8.169,28 (+0,36%) Selasa (07/10) dengan transaksi Rp28,77T; asing net sell Rp89,45 miliar. USD/IDR JISDOR Rp16.560 dan SUN 10Y 6,27%. Arah ditopang rotasi ke big caps dan asing yang mulai masuk kembali ke saham perbankan, namun koreksi Wall Street dan dolar yang menguat akan membuat pelaku pasar lebih selektif. Hari ini IHSG berpeluang konsolidasi cenderung melemah di rentang 8.130–8.210, mengikuti pelemahan Wall Street namun masih akan ditopang aliran masuk ke saham perbankan dan energi.

Files Attachment 1
News Harian

Riset Harian 06 Oktober 2025

Wall Street ditutup mixed pada Jumat (03/10): Dow +0,50%, S&P 500 +0,01%, Nasdaq −0,30%, UST10Y 4,12%. Sentimen utama masih Isu shutdown pemerintah AS serta data ekonomi aktifitas bisnis (ISM Jasa) di 50,0 (vs consensus 51.7) memburuk meningkatkan ekspektasi Fed Cut. 

Bursa Asia cenderung menguat pada Jumat (03/10): Nikkei +1,85%; KOSPI +2,70%; Hang Seng −0,54%; Shanghai +0,52%. Reli sektor teknologi (chip) masih jadi fokus utama disusul oleh ekspektasi pelonggaran/Fed Cut, sementara aksi profit taking membatasi pergerakan bursa Hong Kong. 

IHSG 8.118,30 (+0,59%) Jumat (03/10) dengan transaksi Rp22,98T; asing net buy Rp199,93 miliar. USD/IDR JISDOR Rp16.611 dan SUN 10Y 6,33%. Rotasi domestik ke sektor defensif (big caps) serta sentimen positif dari bursa regional ditengah isu shutdown AS mengangkat IHSG meski menahan agresivitas beli investor asing. Hari ini, IHSG berpotensi alami aksi profit taking dan bergerak di kisaran 8.080 - 8.130.

Files Attachment 1
News Harian

Riset Harian 03 Oktober 2025

Wall Street menguat pada Kamis (02/10): Dow +0,17%, S&P 500 +0,06%, Nasdaq +0,39%. Isu shutdown membayangi, namun reli AI dan harapan Fed cut tetap bertahan, meski tarif baru Trump mempersempit euforia fed cut; UST10Y 4,09%. 

Bursa Asia menguat pada Kamis (02/10): Nikkei +0,87%; KOSPI +2,70%; Hang Seng +1,61%; Shanghai +0,52%. Sentimen didorong reli chip dan ekspektasi Fed cut, sementara tarif AS serta isu shutdown menahan agresivitas beli investor di China hingga HK.

IHSG 8.071,08 (+0,34%) Kamis (02/10) dengan transaksi Rp26,84T; asing net sell Rp1,42T. USD/IDR JISDOR Rp16.612 dan SUN 10Y 6,33%. Kenaikan ditopang transaksi domestik serta dukungan sentimen positif penguatan Bursa Asia, namun isu shutdown pemerintah AS dan tarif baru Trump berpotensi membatasi pergerakan IHSG. Oleh karena itu, IHSG hari ini diperkirakan melemah terbatas di kisaran 8.030 - 8.120.

Files Attachment 1
News Harian

Riset Harian 01 Oktober 2025

Wall Street menguat pada Selasa (30/09): Dow +0,18%, S&P 500 +0,15%, Nasdaq +0,48%, UST10Y 4,16%. Terlepas dari isu shutdown pemerintah AS dan tarif baru Trump, rilis data inflasi menunjukkan ekonomi masih baik, menjaga optimisme pasar AS. 

Bursa Asia variatif Selasa (30/09): Nikkei −0,25%; KOSPI −0,19%; Hang Seng +0,87%; Shanghai +0,52%. Sentimen mixed isu shutdown AS dan PMI manufaktur China 49,8 yang masih kontraksi, sementara tarif AS juga membuat pasar besikap hati-hati.

IHSG 8.061,06 (−0,77%) pada Selasa (30/09) dengan transaksi Rp27,44T; asing net sell Rp1,70T. USD/IDR JISDOR Rp16.692 dan SUN 10Y 6,34%. Tarik menarik tarif Trump dan data AS yang solid meredam euforia Fed cut; rilis PMI China yang kembali lemah ikut memicu aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan bergerak terbatas cenderung menguat di rentang 8.020–8.120.

Files Attachment 1
News Harian

Wall Street menguat Jumat (26/09): Dow +0,70%, S&P 500 +0,60%, Nasdaq +0,40%. Setelah rilis data inflasi AS (0.4% vs Konsensus 0.3%) mendorong kenaikan saham ditengah ancaman tarif baru Trump.

Bursa Asia melemah Jumat (26/09): Nikkei −0,87%; KOSPI −2,45%; Hang Seng −1,40%; Shanghai −0,70%. Akibat kekhawatiran tariff AS dan dolar yang menguat menekan sentimen, serta ekspektasi adanya Fed cut berkurang setelah data ekonomi AS menguat. 

IHSG 8.099,33 (+0,73%) Jumat (26/09) dengan transaksi Rp21,97T; asing net buy Rp582,67 miliar. USD/IDR JISDOR Rp16.775 dan SUN 10Y 6,43% (26/09). Arus besar di saham big caps selain perbankan menahan dampak negatif tarif AS dan rupiah yang lemah. IHSG hari ini diproyeksi cenderung melemah di kisaran 8.030–8.120.

Files Attachment 1