[08.06, 28/10/2025] Luis Evergreen: GREENVEST MARKET PULSE
???? Selasa, 28 Oktober 2025
Wall Street ditutup menguat pada Senin (27/10); Dow Jones +1,00%, S&P500 +1,30%, dan Nasdaq +1,90%, sementara yield UST10Y relatif stabil di 3,96%. Katalis utama berasal dari komentar Menkeu AS Scott Bessent mengenai adanya “very successful framework” untuk pertemuan Trump–Xi pekan ini yang mencakup isu rare earths dan perdagangan, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada Rabu.
Bursa Asia mayoritas menguat pada Selasa (28/10). Hang Seng +1,05%, Shanghai +1,18%, namun Nikkei -0,33%. Pasar mencerna prospek bauran kebijakan fiskal–moneter Tiongkok yang lebih suportif serta kemajuan agenda dialog dagang AS–Tiongkok. Di saat yang sama, pelaku pasar regional tetap berhati-hati menant…
[13.00, 28/10/2025] Luis Evergreen: ???? MARKET RECAP SESI I
???? Selasa, 28 Oktober 2025
REGIONAL MARKET
Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Selasa di tengah sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan pembicaraan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan pekan ini. Fokus utama pasar tertuju pada arah kebijakan moneter dan potensi kerja sama investasi antar dua negara ekonomi besar tersebut.
Indeks Nikkei 225 melemah -0,60% akibat tekanan pada sektor otomotif dan manufaktur. Hang Seng turun -0,34% dan Shanghai Composite juga terkoreksi -0,12%. Sementara itu, KOSPI melemah -1,13% meski laporan pertubuhan ekonomi positif karena peningkatan ekspor, dipimpin oleh saham teknologi besar. Sebaliknya, STI Singapura naik +0,40%, menandakan masih adanya minat beli terbatas di pasar regional.
Secara keseluruhan, investor Asia bersikap defensif menjelang hasil keputusan BoJ dan perkembangan lanjutan dari dialog perdagangan AS–Tiongkok di forum APEC.
DOMESTIC MARKET
IHSG melemah -0,35% ke 8.088,80 dengan nilai transaksi Rp11,72T. Tekanan jual terlihat pada saham-saham perbankan dan pertambangan seiring net foreign sell sebesar Rp470,28M di seluruh pasar. Investor melakukan profit taking terbatas setelah volatilitas tinggi di dua sesi sebelumnya, di tengah belum adanya katalis baru dari sisi makro domestik.
Sektor Finance (-0,35%) dan Energy (-0,41%) menekan pergerakan, sementara saham berbasis nikel seperti MBMA justru aktif diperdagangkan setelah rilis laporan keuangan positif.
TOP SECTORS
Top Gainers
1?? Technology : +0,26%
2?? Property : +0,17%
3?? Industrial : +0,10%
Top Losers
1?? Finance : -0,35%
2?? Energy : -0,41%
3?? Infrastructure : -0,22%
TOP VALUE
1?? BBCA : Rp740,59B
2?? MBMA : Rp482,45B
3?? PTRO : Rp473,96B
TOP VOLUME
1?? REAL : 16,18M
2?? BUMI : 14,12M
3?? SLIS : 7,63M
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
GREENVEST MARKET PULSE
???? Kamis, 6 November 2025
Wall Street ditutup menguat pada Rabu (5/11). Dow Jones +0,48%, S&P500 +0,37%, dan Nasdaq +0,65%, sementara yield UST10Y turun 1 bps ke 4,15%. Rebound dipimpin mega-cap technology setelah koreksi tajam sehari sebelumnya, didukung data ADP Employment Oktober yang menambah 42 ribu pekerjaan serta ISM Services yang tetap berada di area ekspansi. Persepsi risiko membaik karena pasar menilai laju ekonomi AS tetap resilien tanpa mempengaruhi inflasi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan The Fed masih terbuka menjelang rilis Non-Farm Payrolls dan unemployment rate akhir pekan ini.
Bursa Asia mayoritas menguat pada Kamis (6/11). Nikkei +1,36%, Hang Seng +0,07%, Shanghai +0,23%, sementara KOSPI +0,48%. Sentimen positif didorong oleh pernyataan Perdana Menteri Tiongkok yang menegaskan komitmen pertumbuhan ekonomi sekitar 5% melalui stimulus terukur, stabilisasi properti, dan dukungan pembiayaan sektor riil. Sentimen kawasan juga mengikuti penguatan Wall Street serta pantauan pasar terhadap data tenaga kerja AS. Risiko geopolitik Korea Utara pasca uji coba rudal tetap diawasi, namun belum menggeser fokus utama pasar terhadap arah kebijakan Tiongkok dan data ekonomi AS.
IHSG ditutup menguat +0,93% ke 8.318,53 pada Rabu (5/11), dengan nilai transaksi Rp18,51T dan asing mencatat net buy Rp1,31T. JISDOR BI berada di Rp16.724/US$ naik +0,36%, dan yield SUN 10-tahun sebesar 6,153%, turun 2,7 bps. Kinerja IHSG ditopang euforia evaluasi MSCI November 2025, di mana BREN dan BRMS masuk MSCI Indonesia Global Standard menggantikan KLBF dan ICBP. Di Small Cap, terdapat penambahan antara lain DSNG, ENRG, MSIN, RAJA, dan WIFI. Sektor memimpin penguatan IHSG: Technology +3,31%, Basic Industry +2,51%, Finance +1,07%, sementara Industrial -1,49% menjadi sektor paling tertekan. Hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan didorong aliran rebalancing MSCI dan foreign inflow, selama mampu bertahan di atas 8.250. Area 8.360–8.400 menjadi resistance awal dengan dukungan sentimen dari Wall Street dan komunikasi kebijakan Tiongkok.
COMMODITIES
Coal ICE +1,14% US$110,85/bbl
Copper +0,03% US$4,99/ton
CPO Malaysia -0,84% RM4.108,00/ton
Gold -0,19% US$3.985,50/t.oz
Nickel -0,30% US$15.015,00/ton
Brent Oil +0,09% US$63,58/bbl
Top 3 Foreign Buy
1?? BBCA Rp321,11 M
2?? BRMS Rp240,64 M
3?? TLKM Rp219,30 M
Top 3 Foreign Sell
1?? GOTO Rp130,10 M
2?? HMSP Rp50,88 M
3?? ANTM Rp46,18 M
Top 3 by Value
1?? BRMS Rp1.188.964 M
2?? BBCA Rp1.093.864 M
3?? COIN Rp854,95 M
Top 3 by Volume
1?? GOTO 117.974,19 K lot
2?? NTBK 13.000,08 K lot
3?? BRMS 11.656,51 K lot
CORPORATE CALENDAR
Dividend
1?? PPGL Rp4 (Ex: 14-Nov-2025)
2?? ASSA Rp20 (Ex: 14-Nov-2025)
3?? AXIO Rp5 (Ex: 14-Nov-2025)
4?? ITMG Rp738 (Ex: 13-Nov-2025)
Right Issue
1?? INET 3:4 (Ex: 26-Nov-2025, Rp250)
2?? CSIS 0:0 (Ex: 26-Nov-2025, Rp0)
3?? PANI 119.169:7.864 (Ex: 26-Nov-2025, Rp15.000)
4?? BUVA 225:44 (Ex: 04-Nov-2025, Rp150)
Tender Offer
1?? PGJO 38,04% @Rp122 (Ex: 21-Nov–03-Dec-2025)
2?? IRSX 35,18% @Rp32 (Ex: 17–21-Oct-2025)
RUPS
1?? TLKM 12-Dec-2025
2?? MCOR 11-Dec-2025
3?? KKGI 02-Dec-2025
4?? MTFN 01-Dec-2025
E-IPO
1?? PJHB Rp330, Listing 6-Nov-2025
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
GREENVEST MARKET PULSE
???? Rabu, 5 November 2025
Wall Street ditutup melemah tajam pada Selasa (4/11) setelah reli saham teknologi dan AI menunjukkan pelemahan. Dow Jones turun -1,12%, S&P500 melemah -1,45%, dan Nasdaq terkoreksi -1,88%. Pelemahan terjadi seiring pasar mencerna hasil laporan keuangan emiten besar dan peringatan sejumlah CEO terkait potensi koreksi signifikan bursa saham setelah reli panjang. Yield UST10Y stabil di sekitar 4,14%, sementara pelaku pasar menantikan pidato pejabat Federal Reserve dan rilis data tenaga kerja AS akhir pekan ini sebagai panduan arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Bursa Asia pada perdagangan Selasa (4/11) mayoritas melemah di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan memburuknya sentimen. Indeks Nikkei 225 melemah -1,74%, Hang Seng Index -0,79%, Shanghai Composite -0,41%, sedangkan KOSPI terkoreksi lebih dalam -2,37%. Investor juga memperhitungkan faktor geopolitik ketika Korea Utara melakukan peluncuran rudal jelang kunjungan pemimpin global di kawasan. Rilis data PMI manufaktur Tiongkok yang masih di bawah ekspansi dan prospek pemulihan yang belum solid turut menambah beban sentimen pasar regional.
IHSG ditutup melemah -0,40% ke level 8.241,91 pada Selasa (4/11) dengan nilai transaksi mencapai Rp19,49T. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp305,08M di seluruh pasar. Kurs JISDOR BI Rp16.724/US$ (+0,36%), sementara yield SUN10Y turun 2,7 bps ke 6,153%. Penurunan IHSG dipimpin oleh sektor Basic Industry (-2,22%) diikuti Property (-2,62%), sementara Industrial menguat signifikan +3,62% didorong saham otomotif dan manufaktur seperti ASII dan UNTR. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak sideways–rebound terbatas di kisaran 8.200–8.320, dengan peluang ditutup positif selama tidak terjadi tekanan lanjutan dari sektor komoditas.
COMMODITIES
Coal ICE +0,32% US$109,25/bbl
Copper -2,96% US$4,92/ton
CPO Malaysia -2,19% RM4.115,00/ton
Gold -1,71% US$3.945,40/t.oz
Nickel LME -0,89% US$15.115,00/ton
Brent Oil -0,31% US$64,24/bbl
Top 3 Foreign Buy
1?? TLKM Rp369,28 M
2?? BBCA Rp316,38 M
3?? BBNI Rp151,96 M
Top 3 Foreign Sell
1?? ANTM Rp271,93 M
2?? BBRI Rp183,11 M
3?? BRPT Rp175,26 M
Top 3 by Value
1?? BBCA Rp1.342.752 M
2?? PTRO Rp1.021.330 M
3?? BBRI Rp854,95 M
Top 3 by Volume
1?? GOTO 28.725,14 K lot
2?? BUMI 24.828,11 K lot
3?? BRMS 7.773,23 K lot
CORPORATE CALENDAR
Dividend
1?? ITMG Rp738 (Ex: 13-Nov-2025)
2?? BSSR Rp23 (Ex: 13-Nov-2025)
3?? AVIA Rp11 (Ex: 12-Nov-2025)
Right Issue
1?? INET 3:4 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*250*)
2?? CSIS 0:0 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*0*)
3?? PANI 119.169:7.864 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*15.000*)
4?? BUVA 225:44 (Ex: 04-Nov-2025, Rp*150*)
Tender Offer
1?? PGJO 38,04% @Rp*122* (Ex: 21-Nov–03-Dec-2025)
2?? IRSX 35,18% @Rp*32* (Ex: 17–21-Oct-2025)
RUPS
1?? TLKM 12-Dec-2025
2?? SOUL 11-Dec-2025
3?? NISP 02-Dec-2025
E-IPO
1?? PJHB Rp330 (31-Oct–04-Nov-2025, Listing 6-Nov-2025)
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
GREENVEST MARKET PULSE
???? Selasa, 4 November 2025
Wall Street ditutup beragam pada Senin (3/11); Dow Jones -0,48%, S&P500 +0,17%, dan Nasdaq +0,46%, sementara yield UST10Y naik tipis sekitar +3 bps ke 4,10%. Pergerakan AS tetap ditopang saham teknologi, sedangkan data siklus manufaktur yang masih lemah menahan reli lebih lanjut pasar saham AS. Fokus pasar bergeser ke kelanjutan earnings mega-cap dan rilis data tenaga kerja menjelang akhir pekan.
Bursa Asia mayoritas menguat pada Senin (3/11): Nikkei +2,12%, Hang Seng +0,97%, Shanghai +0,55%, sementara KOSPI +2,78% terdorong reli semikonduktor. Pergerakan ini sejalan dengan rilis data Tiongkok NBS Manufacturing PMI Oktober di 49,0 (kontraksi berlanjut), namun Non-Manufacturing PMI tetap ekspansif di 50,1; di sisi lain, Caixin Manufacturing PMI naik ke 50,6, menandakan perbaikan pada perusahaan swasta berorientasi ekspor. Selain itu, PBoC menegaskan ruang kebijakan fiskal–moneter yang lebih suportif ke depan, menjadi dukungan bagi sektor teknologi/AI Asia, sementara rotasi ke saham critical minerals tetap selektif mengingat stimulus Tiongkok kemungkinan dilakukan bertahap.
IHSG ditutup menguat +1,36% ke 8.275,08 pada Senin (3/11), dengan nilai transaksi Rp15,89T dan foreign net buy Rp1,03T (reguler Rp999,56M). USD/IDR JISDOR Rp16.664 dan yield SUN10Y ~6,18%. Kenaikan IHSG ditopang saham perbankan besar, infrastruktur, serta saham terkait critical minerals yang sensitif terhadap agenda hilirisasi dan kemajuan kemitraan rantai pasok global. Hari ini IHSG berpotensi konsolidasi menguat selama bertahan di atas 8.200, dengan ruang uji 8.300–8.350. Perhatian tetap pada arus asing di big banks serta performa emiten nikel dan tembaga sebagai proksi sentimen komoditas strategis.
COMMODITIES
Coal ICE +0,32% US$109,25/bbl
Copper -0,73% US$5,05/ton
CPO Malaysia +0,24% RM4.262,00/ton
Gold +0,16% US$4.003,00/t.oz
Nickel LME -0,89% US$15.115,00/ton
Brent Oil +0,03% US$64,79/bbl
Top 3 Foreign Buy
1?? BBCA Rp398,61 M
2?? PTRO Rp161,26 M
3?? BBRI Rp151,62 M
Top 3 Foreign Sell
1?? AMRT Rp75,83 M
2?? ICBP Rp59,07 M
3?? EMTK Rp45,09 M
Top 3 by Value
1?? BBCA Rp994.811 M
2?? BRMS Rp764.251 M
3?? BRPT Rp854,95 M
Top 3 by Volume
1?? GOTO 17.877,10 K lot
2?? BUMI 10.074,56 K lot
3?? BRMS 7.838,48 K lot
CORPORATE CALENDAR
Dividend
1?? AVIA Rp11 (Ex: 12-Nov-2025)
2?? SIDO Rp22 (Ex: 11-Nov-2025)
3?? TPIA Rp4 (Ex: 11-Nov-2025)
Right Issue
1?? INET 3:4 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*250*)
2?? PANI 119.169:7.864 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*15.000*)
3?? BUVA 225:44 (Ex: 4-Nov-2025, Rp*150*)
RUPS
1?? TLKM 12-Dec-2025
2?? SOUL 11-Dec-2025
3?? NISP 02-Dec-2025
E-IPO
1?? PJHB Rp330 (31 Oct - 4 Nov 2025, Listing 6 Nov 2025)
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
GREENVEST MARKET PULSE
???? Senin, 3 November 2025
Wall Street ditutup menguat pada Jumat (31/10); Dow Jones +0,20%, S&P500 +0,30%, dan Nasdaq +0,70%, sementara yield UST10Y stabil di 4,07%. Penguatan indeks didorong oleh hasil kinerja keuangan emiten besar yang solid, termasuk Amazon (+10,8%) serta saham AI-related seperti Palantir (+3%) dan Oracle (+2,8%) yang turut menopang kenaikan. Di pasar komoditas global, harga batu bara kembali menembus US$108/ton, level tertinggi dua bulan terakhir, seiring meningkatnya permintaan dan sinyal Tiongkok yang tetap mempertahankan penggunaan batu bara hingga 2030.
Bursa Asia ditutup mixed pada Jumat (31/10). Nikkei +2,12%, Hang Seng -1,43%, Shanghai Composite -0,81%, dan Taiwan Weighted +0,73%. Penguatan Nikkei ditopang optimisme sektor ritel dan industri pascarilis data industrial production dan retail sales Jepang yang lebih baik dari perkiraan. Sebaliknya, pelemahan di Tiongkok dan Hong Kong mencerminkan kekhawatiran terhadap perlambatan sektor properti dan lemahnya permintaan domestik. Investor juga menantikan keputusan kebijakan Bank Sentral Australia pekan ini yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di 4,35%, menjadi sinyal awal potensi pelonggaran moneter di kawasan Asia Pasifik.
IHSG ditutup melemah -0,25% ke 8.163,88 pada Jumat (31/10) dengan nilai transaksi Rp19,18T dan net foreign buy Rp1,13T. USD/IDR stabil di Rp16.550/US$, sementara yield SUN10Y ~6,10%. Pelemahan IHSG terjadi seiring aksi profit taking akhir bulan, dengan saham coal miners tertekan di tengah sinyal penurunan impor batu bara dari India dan Jepang meskipun harga acuan global naik. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 8.100–8.250, dengan potensi rebound terbatas ditopang penguatan sektor komoditas batu bara dan perbankan besar.
COMMODITIES
Coal ICE +0,32% US$109,25/bbl
Copper +0,61% US$5,12/ton
CPO Malaysia +0,24% RM4.262,00/ton
Gold +0,23% US$4.005,70/t.oz
Nickel LME -1,05% US$15.250,00/ton
Brent Oil +0,60% US$65,16/bbl
Top 3 Foreign Buy
1?? BBRI Rp661,91 M
2?? TLKM Rp157,18 M
3?? BRMS Rp125,41 M
Top 3 Foreign Sell
1?? BMRI Rp230,21 M
2?? ADRO Rp87,99 M
3?? ANTM Rp84,01 M
Top 3 by Value
1?? BBCA Rp1.550,00 M
2?? BBRI Rp854,95 M
3?? BMRI Rp854,95 M
Top 3 by Volume
1?? GOTO 2,94 K lot
2?? BUMI 51.371,46 K lot
3?? DEWA 4.400,13 K lot
CORPORATE CALENDAR
Dividend
1?? SIDO Rp22 (Ex: 11-Nov-2025)
2?? TPIA Rp4 (Ex: 11-Nov-2025)
3?? TAPG Rp50 (Ex: 11-Nov-2025)
Right Issue
1?? INET 3:4 (Ex: 26-Nov-2025, Rp250)
2?? PANI 119.169:7.864 (Ex: 26-Nov-2025, Rp15.000)
RUPS
1?? TLKM 12-Dec-2025
2?? SOUL 11-Dec-2025
3?? NISP 02-Dec-2025
E-IPO
1?? PJHB IDR 310 – IDR 330 (22–27 Oct 2025, Listing 5 Nov 2025)
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
[08.58, 31/10/2025] Luis Evergreen: GREENVEST MARKET PULSE
???? Jumat, 31 Oktober 2025
Wall Street ditutup melemah pada Kamis (30/10); Dow Jones -0,30%, S&P500 -1,00%, dan Nasdaq -1,40%, sementara yield UST10Y naik +10 bps ke 4,07% setelah The Fed memangkas FFR sebesar 25 bps ke 3,75%–4,00% namun memberi sinyal jeda pemangkasan lanjutan. Powell juga mengonfirmasi penghentian QT (Quantitative Tightening) mulai 1 Desember 2025, sehingga pasar menilai langkah ini sebagai dovish cut dengan nada hati-hati. Saham teknologi dan komunikasi tertekan seperti Meta -11,3%, Microsoft -2,6% sementara sektor finansial dan farmasi relatif menguat Alphabet +2,5%, Eli Lilly +4,7%, JPMorgan +2,2%.
Bursa Asia bergerak mixed pada Jumat pagi (31/10). Nikkei +0,67%, ASX +0,65%, KOSPI +0,14%, Hang Seng -0,24%, Sha…
[12.52, 31/10/2025] Luis Evergreen: ???? MARKET RECAP SESI I
???? Jumat, 31 Oktober 2025
REGIONAL MARKET
Bursa Asia bergerak melemah pada akhir pekan dipengaruhi data China Manufacturing PMI yang turun ke 49,0 atau level terendah dalam enam bulan terakhir, menandakan kontraksi aktivitas industri di tengah lemahnya permintaan ekspor. Hang Seng dan Shanghai Composite terkoreksi sekitar -1%, sementara Nikkei 225 menguat +1,95% didukung keputusan BoJ mempertahankan suku bunga acuan di 0,5% serta optimisme terhadap kinerja laba emiten Jepang. KOSPI juga naik +0,52% seiring rebound saham teknologi. Secara keseluruhan, investor regional cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi dan tenaga kerja AS pekan depan yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter global.
DOMESTIC MARKET
IHSG melemah -0,13% pada sesi I dengan nilai transaksi Rp9,11T dan net foreign buy Rp641,70M. Tekanan terutama datang dari sektor Health (-1,30%), Industrial (-1,15%), dan Basic-Industry (-0,97%), sementara Infrastructure (+0,57%) dan Cyclical (+0,16%) menjadi penopang utama indeks. Aktivitas perdagangan relatif sepi menjelang akhir bulan, dengan saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI mendominasi transaksi nilai tertinggi.
TOP SECTORS
Top Gainers
1?? Infrastructure : +0,57%
2?? Cyclical : +0,16%
3?? -
Top Losers
1?? Health : -1,30%
2?? Industrial : -1,15%
3?? Basic Industry : -0,97%
TOP VALUE
1?? BBRI : Rp796,02B
2?? BBCA : Rp512,83B
3?? BMRI : Rp454,46B
4?? ADRO : Rp345,12B
5?? CDIA : Rp294,01B
TOP VOLUME
1?? GOTO : 17,31M
2?? DEWA : 5,98M
3?? BUMI : 4,24M
4?? BULL : 3,88M
5?? JAST : 2,96M
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
GREENVEST MARKET PULSE
???? Kamis, 30 Oktober 2025
Wall Street ditutup melemah pada Rabu (29/10); Dow Jones -0,20%, S&P500 -0,30%, dan Nasdaq -0,40%, sementara yield UST10Y naik 10 bps ke 4,07%. The Fed memangkas FFR 25 bps ke 3,75%–4,00%, namun pernyataan Chair Powell yang berhati-hati serta sinyal penghentian pembelian obligasi per 1 Desember menekan ekuitas dan obligasi menjelang padatnya rilis earnings big tech. Kinerja relatif ditopang saham chip/AI, tetapi sektor defensif terkoreksi.
Bursa Asia bergerak mixed pada Kamis (30/10): Nikkei -0,58%, KOSPI -0,44%, Hang Seng +0,70%, Shanghai +0,22%, dan Taiwan +1,68%. Pasar wait and see atas implikasi kebijakan The Fed terhadap arus modal ke bursa regional, sembari menunggu hasil pertemuan BoJ (30/10) yang diperkirakan menahan suku bunga.
IHSG ditutup menguat +0,91% ke 8.166,22 pada Rabu (29/10), dengan nilai transaksi Rp22,75T dan foreign net buy Rp3,79T (reguler Rp1,23T, tunai & nego Rp2,55T). USD/IDR JISDOR Rp16.540/US$ dan yield SUN10Y ~6,00%. IHSG sempat melemah intraday sebelum berbalik positif, ditopang penguatan saham perbankan besar dan pertambangan. Katalis domestik berasal dari ekspektasi rate cut The Fed, rencana BI menurunkan GWM bagi bank yang lebih cepat menurunkan suku bunga kredit efektif per 1 Desember 2025, prospek pemulihan PDB 4Q25, serta indikasi damai AS–Tiongkok. Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas/konsolidasi dengan support 8.080–8.100 dan resistance 8.200–8.250, sementara rotasi pasca penyesuaian bobot MSCI pada saham konglomerasi masih berpotensi menekan indeks.
Dari sisi Komoditas (29/10):
* Gold -1,07% US$3.957,80/t.oz
* Brent Oil -1,29% US$64,08/bbl
* Coal ICE -0,34% US$103,90/bbl
* CPO Malaysia -1,28% RM4.317,00/ton
* Nickel LME +1,05% US$15.405,00/ton
* Copper +0,46% US$5,20/ton
Top 3 Foreign Buy
1?? BBCA Rp976,47 M
2?? BMRI Rp235,50 M
3?? ADRO Rp178,62 M
Top 3 Foreign Sell
1?? BBRI Rp174,01 M
2?? BUMI Rp87,62 M
3?? ICBP Rp73,86 M
Top 3 by Value
1?? BBCA Rp1.550,00 M
2?? ADRO Rp900.594 M
3?? BBRI Rp854,95 M
Top 3 by Volume
1?? BUMI 22.302,82 K lot
2?? COCO 13.127,73 K lot
3?? BUKA 11.146,53 K lot
CORPORATE CALENDAR
Dividend
1?? CNMA Rp5,00 (Ex: 07-Nov-2025)
2?? NSSS Rp3,00 (Ex: 07-Nov-2025)
3?? BUAH Rp12,50 (Ex: 07-Nov-2025)
Stock Split
1?? BUAH 1:2 (Ex: 22-Oct-2025)
Right Issue
1?? INET 3:4 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*250*)
2?? PANI 119.169:7.864 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*15.000*)
RUPS
1?? TLKM 12-Dec-2025, 14:00 WIB
2?? SOUL 11-Dec-2025, 10:00 WIB
3?? NISP 02-Dec-2025, 10:00 WIB
E-IPO
1?? PJHB IDR 310 – IDR 330 (22–27 Oct 2025)
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
GREENVEST MARKET PULSE
???? Rabu, 29 Oktober 2025
Wall Street ditutup menguat pada Selasa (28/10); Dow Jones +0,39%, S&P500 +0,30%, dan Nasdaq +0,80%, sementara yield UST10Y berada di 3,96%. Kenaikan dipimpin mega-cap tech setelah kabar kerja sama komersial AI dan investasi baru di ekosistem chip, di tengah ekspektasi The Fed memangkas suku bunga 25 bps pada keputusan Rabu malam waktu AS. Minat dan optimisme investor tetap terjaga pada musim rilis earnings emiten teknologi besar pekan ini.
Bursa Asia mayoritas melemah pada Selasa (28/10) mengikuti rotasi global pra-FOMC: Nikkei -0,58%, Hang Seng -0,33%, Shanghai -0,22%, dan KOSPI -0,80%. Pasar menimbang prospek kebijakan Tiongkok yang lebih suportif serta perkembangan dialog dagang AS–Tiongkok, namun tetap berhati-hati terhadap pembahasan pembatasan ekspor rare earths oleh otoritas Barat yang berpotensi mengganggu rantai pasok teknologi regional.
IHSG ditutup melemah -0,30% ke 8.092,63 pada Selasa (28/10) dengan nilai transaksi Rp19,83T dan foreign net sell Rp1,37T (reguler -Rp1,20T). USD/IDR JISDOR Rp16.540/US$ dan yield SUN10Y ~6,00%. Tekanan indeks berlanjut di tengah aksi penyesuaian bobot MSCI yang memicu rebalancing pada saham konglomerasi dan big caps, sementara menjelang keputusan The Fed, aliran dana cenderung hati-hati. Sektor Property (+3,40%), Health (+2,65%), dan Technology (+2,28%) memimpin penguatan, sedangkan Industrial (-0,99%), Non-Cyclical (-0,61%), dan Finance (-0,74%) menekan indeks. Secara teknikal, low di 8.039 menegaskan area 8.040–8.060 sebagai support awal IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas dengan risiko konsolidasi di 8.050–8.150 dan peluang rebound terbatas bila mampu bertahan di atas 8.060, sementara resistance berada di 8.150–8.180.
COMMODITIES
* Gold -1,69% US$3.951,90/t.oz
* Brent Oil +0,05% US$64,43/bbl
* Coal ICE +0,14% US$104,25/bbl
* CPO Malaysia -1,11% RM4.373,00/ton
* Nickel LME -0,59% US$15.245,00/ton
* Copper -0,15% US$5,16/ton
Top 3 Foreign Buy
1?? BREN Rp78,01 M
2?? AADI Rp76,19 M
3?? TLKM Rp40,31 M
Top 3 Foreign Sell
1?? BBRI Rp359,89 M
2?? BMRI Rp180,05 M
3?? DSSA Rp126,60 M
Top 3 by Value
1?? BBCA Rp1.550,00 M
2?? BBRI Rp920.253 M
3?? BMRI Rp854,95 M
Top 3 by Volume
1?? BUMI 27.292,58 K lot
2?? REAL 17.282,11 K lot
3?? GOTO 17.173,11 K lot
CORPORATE CALENDAR
Dividend
1?? MARK Rp20 (Ex: 07-Nov-2025)
2?? DVLA Rp41 (Ex: 30-Oct-2025)
3?? RELF Rp0,22 (Ex: 27-Oct-2025)
Stock Split
1?? BUAH 1:2 (Ex: 22-Oct-2025)
Right Issue
1?? INET 3:4 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*250*)
2?? PANI 119.169:7.864 (Ex: 26-Nov-2025, Rp*15.000*)
RUPS
1?? TLKM 12-Dec-2025, 14:00 WIB
2?? SOUL 11-Dec-2025, 10:00 WIB
3?? NISP 02-Dec-2025, 10:00 WIB
E-IPO
1?? PJHB Rp310 – Rp330 (22–27 Oct 2025)
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On
[08.06, 28/10/2025] Luis Evergreen: GREENVEST MARKET PULSE
???? Selasa, 28 Oktober 2025
Wall Street ditutup menguat pada Senin (27/10); Dow Jones +1,00%, S&P500 +1,30%, dan Nasdaq +1,90%, sementara yield UST10Y relatif stabil di 3,96%. Katalis utama berasal dari komentar Menkeu AS Scott Bessent mengenai adanya “very successful framework” untuk pertemuan Trump–Xi pekan ini yang mencakup isu rare earths dan perdagangan, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada Rabu.
Bursa Asia mayoritas menguat pada Selasa (28/10). Hang Seng +1,05%, Shanghai +1,18%, namun Nikkei -0,33%. Pasar mencerna prospek bauran kebijakan fiskal–moneter Tiongkok yang lebih suportif serta kemajuan agenda dialog dagang AS–Tiongkok. Di saat yang sama, pelaku pasar regional tetap berhati-hati menant…
[13.00, 28/10/2025] Luis Evergreen: ???? MARKET RECAP SESI I
???? Selasa, 28 Oktober 2025
REGIONAL MARKET
Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Selasa di tengah sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan pembicaraan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan pekan ini. Fokus utama pasar tertuju pada arah kebijakan moneter dan potensi kerja sama investasi antar dua negara ekonomi besar tersebut.
Indeks Nikkei 225 melemah -0,60% akibat tekanan pada sektor otomotif dan manufaktur. Hang Seng turun -0,34% dan Shanghai Composite juga terkoreksi -0,12%. Sementara itu, KOSPI melemah -1,13% meski laporan pertubuhan ekonomi positif karena peningkatan ekspor, dipimpin oleh saham teknologi besar. Sebaliknya, STI Singapura naik +0,40%, menandakan masih adanya minat beli terbatas di pasar regional.
Secara keseluruhan, investor Asia bersikap defensif menjelang hasil keputusan BoJ dan perkembangan lanjutan dari dialog perdagangan AS–Tiongkok di forum APEC.
DOMESTIC MARKET
IHSG melemah -0,35% ke 8.088,80 dengan nilai transaksi Rp11,72T. Tekanan jual terlihat pada saham-saham perbankan dan pertambangan seiring net foreign sell sebesar Rp470,28M di seluruh pasar. Investor melakukan profit taking terbatas setelah volatilitas tinggi di dua sesi sebelumnya, di tengah belum adanya katalis baru dari sisi makro domestik.
Sektor Finance (-0,35%) dan Energy (-0,41%) menekan pergerakan, sementara saham berbasis nikel seperti MBMA justru aktif diperdagangkan setelah rilis laporan keuangan positif.
TOP SECTORS
Top Gainers
1?? Technology : +0,26%
2?? Property : +0,17%
3?? Industrial : +0,10%
Top Losers
1?? Finance : -0,35%
2?? Energy : -0,41%
3?? Infrastructure : -0,22%
TOP VALUE
1?? BBCA : Rp740,59B
2?? MBMA : Rp482,45B
3?? PTRO : Rp473,96B
TOP VOLUME
1?? REAL : 16,18M
2?? BUMI : 14,12M
3?? SLIS : 7,63M
by Evergreen Sekuritas
Disclaimer On